FUN-TASTIC FOUR

Siapa bilang empat itu angka sial? Buktinya gue baik-baik aja ngehabisin waktu di sekitaran angka empat. Gue, Ticil, Awa, dan Alin memopulerkan diri sebagai fun-tastic four. Mereka bertiga cewek, gue sendiri yang cowok. Tiap ada tugas kuliah yang musti berkelompok, kita pasti jadi satu. Keseringan gabung sama mereka bikin ikatan batin gue berubah dari teman menjadi sahabat.
Ticil kecil, Awa ketawa, Alin nyalin, gue debat. Sifat-sifat itu gue kira cukup buat ngebayangin siapa kita.

Bagi gue, bersahabat itu bukan sekedar lo manfaatin keberadaan mereka di samping lo hingga lo dengan bebas berbuat seenaknya ke mereka. Nggak! Bagi gue sahabat itu miniature kecil masyarakat di luaran kampus sana. Seberapa sabar gue menghadapi masyarakat setelah gue gak ngampus lagi, diukur dari seberapa sabar gue berada di sekitaran sahabat-sahabat gue. Seberapa peka gue sama masyarakat, bisa dilihat dari seberapa sensitive gue ngeliat sahabat-sahabat gue.

Gue yakin tiap kita punya pengalaman yang berbeda dalam bersahabat. Tapi bagi gue, ilmu hidup di masyarakat Cuma bisa didapat dari sahabat-sahabat gue. Gue gak mungkin bisa toleransi di masyarakat kalo gue nggak punya sahabat.
Maka angka empat bagu gue bukan soal sial atau mati. Tapi tentang sahabat, ilmu, dan hati. Dari angka empat gue punya nama sahabat, dari sahabat gue dapet ilmu banyak, dan dari ilmu itu gue bisa jadi lebih peka soal hati. Karena, orang kedua yang punya peran besar atas kesuksesan hidup lo setelah orang tua, bagi gue adalah sahabat-sahabat lo sendiri.

Mereka lah orangnya.

Anak Kedua

Hingga kakak perempuanmu menikah, saat itulah kau tulang punggung keluarga.

Aku terlahir sebagai anak kedua. Di keluarga sederhana ini, aku satu-satunya lelaki. Kakakku perempuan, adikku juga. Ada selisih tiga tahun antara aku dan kakakku. Dan beda sepuluh tahun antara aku dan adikku. Sebagai satu-satunya anak lelaki, aku justru merasa tak ada ubahnya seperti anak perempuan. Bukan karena sifatku yang sedikit kewanita-wanitaan, bahkan perawakanku kekar, lariku cepat, bakat dan minatku adalah sepakbola. Tapi aku selalu merasa menjalani kehidupanku di keluarga sebagai anak yang berjenis kelamin bukan seorang laki-laki.

Setiap kali ayah memintaku menolongnya membantu pekerjaan rumah ala lelaki, setiap itu pula aku malu karena tak ada yang bisa aku lakukan. Sekalinya ada kesempatan membantu, aku melakukan banyak kesalahan, ayah menyebutnya tidak sesuai dengan prosedur cara kerja para lelaki. Untuk menyembelih ayam misalnya, aku hanya mampu menjadi orang yang memegangnya. Itupun harus ditertawakan karena cara pegangku yang tidak benar.

“Tangan kananmu pegang kedua kakinya, tangan kirimu pegang erat sayapnya. Kalau kamu tidak pegang sayapnya, ayamnya pasti terbang. Hahaha.”

Kakek tertawa, ayah juga.

Untuk memotong kayu, entah mengapa tenagaku seperti air yang habis karena menguap. Tak tahan sebenarnya untuk merasakan hawa panas di telinga menerima sindiran dari kakek, dari ayah. Dengan mudahnya ayah memotong kayu-kayu itu, tapi aku?

Saat kakakku mulai masuki masa-masa kuliah, dengan mandiri dia cari sendiri tempat kosannya. Dan orang tua, entah mengapa tanpa ba-bi-bu mereka percaya dan setuju saja. Sepertinya kakak adalah seorang lelaki bertanggungjawab dan dapat dipercaya.

Tiga tahun kemudian, giliranku kini yang masuk kuliah. Sudah sebesar ini aku masih merasa sebagai anak perempuan. Tempat menginapku dipilihkan orang tua. Bukan kosan. Tapi tempat kenalan. Ya, ayahku punya banyak sekali kenalan. Termasuk di kota tempat aku kuliah. Di sanalah aku menginap. Aku tidak satu atap dengan teman-teman sesama jurusan seperti kakak dulu. Justru aku bersama dengan orang yang bagiku tidak beda seperti pengawas yang siap melaporkan setiap detik gerak-gerikku pada orang tua.

Aku dipingit, meski harus Read the rest of this entry

Menulis adalah

Menulis adalah soal ketekunan, kerja keras, terus berlatih,
keberanian mempublikasikan karya dan kesabaran dalam
berproses serta tidak cepat puas

Nama Facebook Warga Kampung WR01

Berikut adalah nama akun facebook warga kampung WR01 :

  1. Andri Surya
  2. Anita Dian Anggraini
  3. Aray Pujangga
  4. Arey Arif Budiman
  5. Arfi Koguci
  6. Ariez T’neloned
  7. Arni Novisda
  8. Asep Saeful Ulum
  9. Aulya Afifah
  10. Ayumi Maulida
  11. Bella Oktaviana
  12. Dhieny Megawati
  13. Dieka Ajeng Fortuna
  14. Dyah Ratnasari Mrz
  15. Edelwise Ayyesha Tsurayya
  16. Ellyca Susetyo
  17. Epha Amore
  18. Fahrun Nisza
  19. Faiz Ezra
  20. Gagas Tri Anggoro
  21. Gita Cahya Pertiwi
  22. Grace Maria Ulfa
  23. Ica Bdp
  24. Inggar Saputra
  25. Juli Trisna Aisyah Sinaga
  26. Khairus Syifa
  27. Kun Sila Ananda
  28. Lina Li
  29. Luthfiana Izza
  30. Marsya Sinarani
  31. Mayangsari Vitaism
  32. Merry Wulan Uchan
  33. Niken Larasati
  34. Nur Aisyah Siregar
  35. Okti Li
  36. Phoenix Wibowo
  37. Prima Sagita
  38. Putri Utami
  39. Rani Ds Widadi
  40. Reza Chrisnamurti
  41. Riki Tristanto
  42. Rik Sjp
  43. Rizal Islami
  44. Septra Raizen Nopika
  45. Shitie Fatimah Maniezz
  46. Silfia Elly Oktaviani
  47. Ummi Miliknya Sasyaimout
  48. Va Ayana Lubis
  49. Vaizal Asy’ari
  50. Yeni Pronita
  51. Yuita Arum Sari
  52. Yunfika Rahmi
  53. Zee Zahrotusti’anah

Struktur Pemerintahan RT01 Kampung Writing Revolution

Ketua RT : Rik Sjp

Sekte WR 01 : Mak Edelwise Ayyesha Tsurayya

Bete WR 01 : Kun Sila Ananda

Kesi Sastra dan Kebahasaan WR 01 : mbak Phoenix Wibowo
dengan anggota,

  1. Andri Surya
  2. Gagas Tri Anggoro

 

Kesi Bakat Kepenulisan WR 01 : mbak Prima Sagita
dengan anggota,

  1. Putri Utami
  2. Nur Aisyah Siregar

 

Kesi Minat Kepenulisan WR 01 : mbak Ica Bdp
dengan anggota,

  1. Asep Saeful Ulum
  2. Ellyca Susetyo

 

Lalu, apa saja program kerjanya? Tunggu tanggal mainnya. (as).

%d bloggers like this: