Category Archives: Uncategorized

Pameran Buku Juni 2012: Mimpi Kinanti

Semangat Pagi dan Semangat Menulis!

Mimpi Kinanti

Mimpi Kinanti

It’s June, berarti saatnya Pameran Buku WR I mejeng di blog keren ini. Sudah ada 2 buku keren yang dibahas oleh tim Revo Satu di bulan April dan Mei lalu. Kali ini buku siapa lagi ya? Daripada penasaran mending langsung saja kita pamerin salah satu buku karya warga WR I.

Kalau warga WR tahu tentang seorang cewek yang sudah terkenal dengan sebutan penulis dengan modal jempol pasti tahu buku siapa yang akan kita bahas di edis kali ini. That’s Right! kali ini tim Revo Satu akan mengupas tuntas salah satu karya Okti Li.

Karya dari Mbak yang satu ini sudah lumayan banyak baik antologi keroyokan dan novel solonya. Tim Revo Satu tertarik untuk tanya-tanya soal novel solo penulis yang berjudul ”Mimpi Kinanti”. Sebenarnya apa mimpinya? Dan siapa itu Kinanti? Yuk simak hasil investigasi tim Revo Satu berikut ini.

Novel yang kisahnya berliku dan seru ini mulai dikerjakan penulis sekitar Januari 2011. Menariknya, novel ini hanya dikerjakan selama satu bulan saja, wow! Oh ya, mungkin ada yang belum tahu kenapa penulis dijuluki penulis dengan modal jempol? Karena dulu, proses menulis hanya dia lakukan hanya melalui media Hand Phone (kebayang tuh gimana keritingnya jempol). Nah, novel Mimpi Kinanti ini juga dikerjakan menggunakan HP dan terbukti penulis bisa menyelesaikannya cukup 1 bulan saja. Hal ini membuktikan bahwa jadi penulis harus memiliki semangat yang tinggi. Okti Li membuktikan bahwa keterbatasan peralatan tidak mengendurkan niatnya untuk menulis.

Novel ini sendiri bercerita mengenai seorang TKW yang berusaha menjadi model. Karakter tokoh utama dari novel ini tomboy dan dengan ketomboyannya itu si tokoh utama bisa menjadi model. Namun, menjadi model bukan lantas membuat hidupnya bahagia. Bahkan, sifatnya yang tomboy menjadi bumerang bagi dirinya. Belum lagi saingannya sesama model yang naksir dengan cowok si tokoh utama tersebut selalu mencari gara-gara dan berusaha menjatuhkannya. Wah, gimana tuh kisah lengkapnya ya?

Setiap kali mencari informasi kepada penulis, tim Revo Satu selalu menanyakan mengenai ide kreatif dalam penulisan novel atau antologi mereka. Sama halnya dengan penulis yang satu ini, ide novel Mimpi Kinanti mengalir begitu saja. Tiap ada ide langsung ia tuliskan hingga tuntas. Konflik dalam novel ini juga dipikirkan oleh penulis secara matang sehingga memiliki unjung cerita yang menghentak.

Ada sedikit tips dari Okti Li jika kita menulis melalui media HP. Tulis saja ide sedikit demi sedikit lalu sambungkan nanti saat ada kesempatan baru dipindah ke komputer. Filosofi sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit terbukti benar adanya karena penulis berhasil menyelesaikan novel ini hanya melalui HP-nya yang katanya sudah jadul pula.

Berbicara soal kebiasannya menulis melalui HP, tim Revo Satu mencoba menanyakan soal pengalaman yang paling berkesan saat menggarap Novel Mimpi Kinanti. Sambil sedikit senyum penulis menceritakan pengalaman yang tidak mungkin ia lupakan. Jadi ceritanya saat novel ini ditulis, penulis masih berada di Taiwan dan saat itu sangat sibuk karena sedang ada perayaan Imlek. Karena penulis ingin sekali novel ini selesai maka ia berusaha untuk tetap konsisten menulis sesibuk apapun. Lucunya, entah karena tidak sadar atau kurang konsentrasi, penulis mengira ia sedang menulis SMS dan saat selesai menulis….sent…. wah….wah…. Karena sudah jadi beberapa lembar jika dipindah di kertas A4 otomatis tulisan itu menjadi berpuluh-puluh SMS dan sudah benar-benar terkirim! Penulis sadar ketika ia tidak bisa melakukan panggilan padahal tadinya pulsa masih ada. Kemudian ada SMS bernada protes dari temannya karena ada pesan masuk yang panjang banget sampai membuat memori SMS HP-nya pending karena kepenuhan! (sabar ya… lumayan bisa baca novelnya gratis).

Dengan kegigihan dan kengototan penulis untuk menyelesaikan Mimpi Kinanti tentu ada pesan yang ingin dia sampaikan. Menurutnya, kisah ini adalah kisah mengenai TKW yang punya cita-cita tinggi dan dengan kisah ini Okti Li ingin mengajak pembaca untuk bersungguh-sungguh dalam meraih mimpi itu karena dengan modal kesungguhan niscaya kita akan berhasil. Selain itu, penulis juga ingin mengajak para pekerja migran untuk menjadi pekerja yang legal walaupun godaan menjadi pekerja yang legal itu sangat berat.(ASP)

Wow! Seru banget kan Pameran Buku WR I edisi kali ini? Ada pengalaman seru dan cara unik seorang penulis menyelesaikan tulisannya. Bagaimana dengan warga WR? Pengalaman seru apa yang tidak akan kalian lupakan saat menyelesaikan tulisan kalian? Tuliskan saja dalam diary siapa tahu nanti bisa jadi tulisan yang utuh atau bahkan diterbitkan.

Simak terus Pameran Buku WR I karena setiap bulannya akan ada cerita-cerita seru dibalik penulisan sebuah karya.

Semangat Pagi dan Semangat Menulis!

Pameran Buku Mei 2012: Gadis Silayang-Layang

Semangat Pagi dan Semangat Menulis untuk Warga WR!

Tak terasa “Pameran Buku WR I” memasuki edisi kedua. Setelah bulan lalu tim Revo Satu mengulas sedikit mengenai buku Pelangi Abu-Abu karya Rik Sjp (bagi yang ingin tahu klik di sini) kini kita akan kembali memamerkan buku milik warga WR I. Nah, penasaran buku siapa yang akan diulas pada edisi kali ini?

Clue untuk edisi kali ini adalah penulis tersebut seorang cewek, masih terhitung remaja, dan sudah menerbitkan antologi solo. Siapa cewek yang dimaksud? Ya! Dialah Va Ayana Lubis.

Tim Revo Satu berhasil mengulik cerita dibalik penulisan antologinya yang berjudul Gadis Silayang-layang. Antologi ini merupakan kumpulan cerpen yang ditulis oleh penulis sendiri (antologi solo). Bagi remaja khususnya remaja cewek yang sedang ngebet baca buku baru maka buku ini bisa dimasukkan dalam keranjang belanjaan. Tentunya, ini karena penulisnya yang juga masih remaja, cewek tulen, dan tokoh-tokoh utama yang ada dalam antologi tersebut.

Menurut penulis sebagian besar tokoh utama dari kumpulan cerpen ini adalah remaja cewek. Ya….ya….kalau kita membahas soal remaja pastilah tidak ada habisnya. Banyak sekali topik yang bisa dibicarakan menyangkut remaja. Va mencoba mengeksplor topik-topik seputar remaja yang ia tuangkan dalam cerpen-cerpen tersebut. Cinta, keluarga, dan hubungan sosial menjadi ide utama dari kumpulan cerpen ini. Untuk memberikan sensasi kesegaran maka penulis juga menyisipkan cerpen remaja dengan tema humor. Pastinya, remaja tidak hanya galau-galauan semata namun juga kocak, kreatif, dan penuh ambisi.

Salah satu keunikan dari kumpulan cerpen Gadis Silayang-Layang adalah mengenai jumlah cerpennya. Ada apa gerangan dengan jumlah cerpennya? Dalam buku ini ada 19 cerpen dan selidik punya selidik ternyata angka 19 bukan karena penulis hanya memiliki stok 19 cerpen tapi karena saat itu usianya baru 19 tahun dan ia mencoba menyamakan usianya dengan jumlah cerpen yang disusun (kreatif, kan?).

Tim Revo Satu sedikit usil menanyakan mengenai cerpen mana yang menjadi favorit penulis. Alhasil, penulis sedikit mengerutkan dahi untuk berpikir sejenak. Sebenarnya semua cerpen yang ada di dalam antologi ini adalah favorit penulis tapi ada satu judul yang paling mengena di hatinya. Judul cerpen itu adalah Acting Bapak. Mengapa cerpen ini sangat berkesan bagi penulis? Ternyata cerpen ini adalah kisah pribadi penulis dengan bapak dan ibunya. Ia mengaku tak akan melupakan kenangan tersebut sehingga ia abadikan dalam sebuah cerpen. Wah, seperti apa itu ya kisahnya?

Selain membahas soal karya, tim Revo Satu juga mendapat bocoran tips menulis ala Va Ayana Lubis. Tips ini sangat berguna kalau kita ingin menerbitkan antologi solo seperti antologi Gadis Silayang-Layang ini.

Pertama, soal pencarian ide yang seringkali mampet di tengah jalan. Cara mudah yang diterapkan penulis adalah dengan menggali lebih dalam kehidupan pribadinya. Cara ini akan memudahkan kita karena kita sendiri yang mengalaminya. Selain itu, kita juga bisa mengeksplor kehidupan sehari-hari (ide nggak bakal mampet deh!).

Kedua, tulis kemudian simpan. Ya! Tulis saja ide-ide tersebut menjadi cerpen walaupun tidak berencana mengirimkannya nanti jika sudah ada waktu yang pas bisa diterbitkan menjadi antologi, kan? Sebagian dari cerpen yang ada dalam antologi ini juga merupakan stok lama penulis semasa SMA yang kemudian ia edit kembali. Walaupun stok lama namun tetap dengan kualitas yang prima. Buktinya, antologi terbitan Desember 2011 ini mejeng di link buku rekomendasi di website penerbitnya.

Ketiga, harus terus celingak-celinguk melihat event. Yups! ini penting khususnya kalau kita ingin menerbitkan buku melalui penerbit self publishing. Seperti yang dilakukan oleh penulis sendiri dimana ia mengambil kesempatan penerbitan kolektif yang digagas oleh Writing Revolution, tempat penulis menimba ilmu yang biayanya lebih rendah dibanding biaya biasanya.

Bocoran judul-judul yang ada dalam antologi Gadis Silayang-Layang:
– Gadis Silayang-Layang
– Aurophobia Mendapat Cinta
– Devi dan Sahabatku
– Acting Bapak
– Dll (baca di bukunya ya ^_^)

Wah, seru banget kan pameran buku WR I edisi kali ini? Ada bonus tips dari penulisnya juga yang bisa diterapkan kalau berniat menerbitkan antologi. Nah, pastikan warga WR semua membaca Pameran buku WR I setiap bulannya karena ada buku, novel, atau antologi dari warga WR I yang akan dipamerkan yang pastinya lebih seru. (ASP)

Semangat Pagi dan Semangat Menulis!

Pameran Buku April 2012: Pelangi Abu-Abu

Semangat Pagi untuk warga WR semua khususnya warga WR I !

Setelah sekian lama blog revo satu vakum akhirnya kami kembali dengan agenda-agenda baru yang lebih fresh (sambil pegang sapu dan kemoceng ^_^). Salah satu agenda revo satu adalah “Pameran Buku Warga WR I”. Di postingan perdana ini akan ada satu buku yang bakalan dipamerin. Buku siapa yang beruntung akan dipamerin pada postingan perdana ini?

Judul buku yang akan kita bahas kali ini adalah “Pelangi Abu-Abu” yang merupakan karya kasuk WR I (Kepala Suku Kampoeng Satoe). Penulis memiliki nama pena Rik Sjp dan menjabat sebagai kasuk WR I periode 2011-2012. Karena ini adalah postingan pertama setelah mati suri maka kami ingin menyajikan sesuatu yang ringan namun menarik. Bagi warga Writing Revolution yang masih SMA dan mencari bacaan yang fresh maka buku ”Pelangi Abu-Abu” dapat dijadikan referensi. Nah sebenarnya bagaimanakah proses kreatif hingga terciptanya ”Pelangi Abu-Abu” ini?

Kami berhasil mengorek sedikit mengenai buku ”Pelangi Abu-Abu” ini langsung dari penulisnya. Menurut si empunya, buku ini bercerita mengenai kehidupan remaja khususnya anak SMA. Kalau bicara soal masa-masa SMA, maka sebagian dari kita sepakat bahwa masa inilah masa yang paling indah, bener nggak? Masa SMA itu banyak polemik mulai dari pertemanan, guru, sekolah, sampai masalah yang paling rumit tapi paling seru yaitu cinta. Rik Sjp mencoba merekam jejak polemik tersebut melalui cerita apik di buku ”Pelangi Abu-Abu” ini. Ia mencoba mengeksplorasi rasa perubahan tersebut dengan menonjolkan berbagai karakter yang ada dalam diri seorang remaja. Ia paham benar bahwa remaja memiliki berbagai gejolak emosi dalam menyikapi masalah (tentunya, ia sendiri pernah mengalami masa-masa ini ^_^). Jadi, ia mencoba mengeksplore karakter tokohnya untuk tidak menjadi superhero.

Pelangi Abu-Abu mengisahkan tentang empat orang sahabat yang saling membanggakan hobinya masing-masing. Ada tokoh bernama Alko yang gandrung dengan yang namanya sepak bola bahkan saking gandrungnya ia menjadi kapten tim di sekolahnya. Ada juga Maylodi yang suka banget yang namanya gosip artis. Maklum, dia adalah penyiar radio yang harus terus update berita-berita terkini untuk menyokong profesinya. Bagi anggota pecinta alam, dalami tokoh Taufik yang merupakan ketua SISPALA. Baginya alam adalah tempat terbaik dari segalanya. Tokoh terakhir bernama Putrari yang punya hobi menulis dan menbaca. Obsesi terbesarnya adalah menjadi penulis terkenal.

Mereka berempat adalah teman satu kelas di SMANSA. Masalah muncul dengan hadirnya Friska, cewek manis pindahan SMA Jakarta. Cewek manis ini sangat menyukai bola, bergiat di alam bebas, suka nulis juga bahkan ia senang membaca puisi, novel, dan komik. Tak hanya itu, Friska juga piawai dalam memainkan alat musik dan mengikuti perkembangan gosip selebritis. Singkatnya, dia perfect banget deh! Persaingan Alko, Taufik, dan Putrari memperebutkan Friska dimulai. Tapi sepertinya persaingan mereka juga harus terganjal dengan datangnya Randi, cowok yang jago gambar dan musik, yang juga punya niat yang sama seperti mereka bertiga. Selain itu, konflik antara Friska dan Maylodi membuat cerita ini semakin seru. Maylodi pun tak kalah ruwetnya karena harus berhadapan dengan rekan sesama penyiarnya. Lalu, pertanyaannya adalah siapa yang menjadi pilihan Friska? Tentu saja jawabannya dapat dibaca dibuku ”Pelangi Abu-Abu” karya Rik Sjp ini ^_^

Kisah cinta yang rumit namun seru itu dibumbuhi dengan beberapa keunikan. Contohnya, Rik Sjp mencoba memperkuat setting tempat terjadinya peristiwa. Selidik punya selidik, ternyata setting tempatnya adalah sekolah asal penulis sendiri di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Yang paling menarik adalah adanya gambar peta dan dena lokasi kotanya di buku tersebut.

”siapa tahu ada yang mau main ke sana setelah membaca buku ini,” candanya.

Panorama yang indah seperti Gunung berapi tertinggi di Indonesia (Gunung Kerinci), danau tertinggi di Asia Tenggara (Danau Gunung Tujuh), dan danau yang diapit 7 buah gunung ingin ditunjukkan oleh penulis kepada pembacanya. Walaupun terpencil, namun banyak sekali tempat-tempat yang layak untuk dikunjungi.

Penulis mengaku bahwa proses penulisan ”Pelangi Abu-Abu” tidak terlalu lama hanya sekitar 3 bulan saja. Ia mencoba konsisten dengan menulis setiap hari namun kendala pengeditan yang membuat buku ini selesai agak lama. Idenya pun muncul dari mana-mana. Rik Sjp menggabungkan antara kisah pribadi, teman, dan hasil perenungannya saat celingak-celinguk di lingkungan sekitar ^_^

”Remaja itu memiliki potensi yang sangat besar untuk maju. Jangan kalah ama tetek bengek yang bakalan merusak masa depan kita sebagai remaja, so maju terus pantang mundur!” katanya di akhir sesi wawancara

Pelangi Abu-Abu.

Nah, kira-kira itu sekelumit mengenai ”Pelangi Abu-Abu” karya Kasuk WR I, Rik Sjp. Semoga kita dapat mengambil manfaat dari buku ini. Buku siapa yang akan kita pamerkan bulan depan? So, just wait and see karena bakalan ada buku-buku WR I lainnya yang lebih seru. (ASP)

Semangat Pagi dan Semangat Menulis untuk warga Writing Revolution!

%d bloggers like this: