Category Archives: Flash Fiction

FUN-TASTIC FOUR

Siapa bilang empat itu angka sial? Buktinya gue baik-baik aja ngehabisin waktu di sekitaran angka empat. Gue, Ticil, Awa, dan Alin memopulerkan diri sebagai fun-tastic four. Mereka bertiga cewek, gue sendiri yang cowok. Tiap ada tugas kuliah yang musti berkelompok, kita pasti jadi satu. Keseringan gabung sama mereka bikin ikatan batin gue berubah dari teman menjadi sahabat.
Ticil kecil, Awa ketawa, Alin nyalin, gue debat. Sifat-sifat itu gue kira cukup buat ngebayangin siapa kita.

Bagi gue, bersahabat itu bukan sekedar lo manfaatin keberadaan mereka di samping lo hingga lo dengan bebas berbuat seenaknya ke mereka. Nggak! Bagi gue sahabat itu miniature kecil masyarakat di luaran kampus sana. Seberapa sabar gue menghadapi masyarakat setelah gue gak ngampus lagi, diukur dari seberapa sabar gue berada di sekitaran sahabat-sahabat gue. Seberapa peka gue sama masyarakat, bisa dilihat dari seberapa sensitive gue ngeliat sahabat-sahabat gue.

Gue yakin tiap kita punya pengalaman yang berbeda dalam bersahabat. Tapi bagi gue, ilmu hidup di masyarakat Cuma bisa didapat dari sahabat-sahabat gue. Gue gak mungkin bisa toleransi di masyarakat kalo gue nggak punya sahabat.
Maka angka empat bagu gue bukan soal sial atau mati. Tapi tentang sahabat, ilmu, dan hati. Dari angka empat gue punya nama sahabat, dari sahabat gue dapet ilmu banyak, dan dari ilmu itu gue bisa jadi lebih peka soal hati. Karena, orang kedua yang punya peran besar atas kesuksesan hidup lo setelah orang tua, bagi gue adalah sahabat-sahabat lo sendiri.

Mereka lah orangnya.

%d bloggers like this: